Cahaya itu
memberi tahuku bahwa bintang ingin menampakan sinarnya.
Suara itu
membuatku untuk memulai mimpi indahku.
Aku
mendengar bisikan hiruk pikuk tanda kehidupan untuk hari ini mereda.
Aku melihat
bulan tersenyum sempurna.
Berbentuk
sabit seperti tersenyum kepadaku.
Bintang bercahaya
menerangi sudut ruangan kamarku.
Aku mendengarkan
suara lagu nina bobo untuk menemaniku tidur.
Angin
berbisik agar memberi penyejuk dimalam hari.
Aku mendengar
malam menyuruh awan untuk berkumpul mendengarkan ceritaku.
Aku melihat
burung memberi suara nyanyian terindahnya.
Aku mendengar
seperti malam akan memberi aku sebuah ruang untuk berbagi.
Aku memulai
ceritaku kepada malam. Bulan dengan setia mendengarkanku, mendengarkan kisah
sedih dan lara yang aku rasakan.
Bintang
memberikanku cahaya untuk menerangi hati.
Aku pun
berbicara kepada malam, “inilah kisah sedihku yang akan aku bagi kepadamu”
Seakan membaca
hatiku, malam memberikanku sebuah selimut penyejuk hati, dan cahaya dihatiku.
Suara kembali
bergerumuh, apakah awan malam itu akan “memberikanku jawaban?” itulah
pertanyaan yang ada dilubuk hatiku.
Aku kesepian,
aku bingung, aku gelisah, aku terbelengu dalam sebuah kisah yang tak pernah ada
ujungnya.
Kesepianku
seperti sebuah usikan didalam canda tawa orang sekitar.
Aku tersenyum
dipagi hari, menangis dimalam hari. Aku tertawa dipagi hari, disiang aku
menampakan senyum ceriaku, dimalam hari aku meminta bulan untuk menemaniku
disuatu malam kesepian ini.
Malam memberiku
jawaban atas apa yang kurasakan selama ini, “kau hanya butuh waktu untuk dirimu
sendiri..” seperti itulah kira-kira jawaban dari semua bisikan dimalam itu.
Aku tersenyum,
menyibakan air mataku.
Malam menyuruhku
untuk tertidur, sebuah mimpi indah sudah menungguku.
Aku terlelap
dalam sebuah lara ini, dan saat aku terpejam, sebuah air mengalir dari ujung
mataku.
aku menangis..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar