Selasa, 20 November 2012

nyanyian kecil untuk malam


Cahaya itu memberi tahuku bahwa bintang ingin menampakan sinarnya.
Suara itu membuatku untuk memulai mimpi indahku.
Aku mendengar bisikan hiruk pikuk tanda kehidupan untuk hari ini mereda.
Aku melihat bulan tersenyum sempurna.
Berbentuk sabit seperti tersenyum kepadaku.
Bintang bercahaya menerangi sudut ruangan kamarku.
Aku mendengarkan suara lagu nina bobo untuk menemaniku tidur.
Angin berbisik agar memberi penyejuk dimalam hari.
Aku mendengar malam menyuruh awan untuk berkumpul mendengarkan ceritaku.
Aku melihat burung memberi suara nyanyian terindahnya.
Aku mendengar seperti malam akan memberi aku sebuah ruang untuk berbagi.
Aku memulai ceritaku kepada malam. Bulan dengan setia mendengarkanku, mendengarkan kisah sedih dan lara yang aku rasakan.
Bintang memberikanku cahaya untuk menerangi hati.
Aku pun berbicara kepada malam, “inilah kisah sedihku yang akan aku bagi kepadamu”
Seakan membaca hatiku, malam memberikanku sebuah selimut penyejuk hati, dan cahaya dihatiku.
Suara kembali bergerumuh, apakah awan malam itu akan “memberikanku jawaban?” itulah pertanyaan yang ada dilubuk hatiku.
Aku kesepian, aku bingung, aku gelisah, aku terbelengu dalam sebuah kisah yang tak pernah ada ujungnya.
Kesepianku seperti sebuah usikan didalam canda tawa orang sekitar.
Aku tersenyum dipagi hari, menangis dimalam hari. Aku tertawa dipagi hari, disiang aku menampakan senyum ceriaku, dimalam hari aku meminta bulan untuk menemaniku disuatu malam kesepian ini.
Malam memberiku jawaban atas apa yang kurasakan selama ini, “kau hanya butuh waktu untuk dirimu sendiri..” seperti itulah kira-kira jawaban dari semua bisikan dimalam itu.
Aku tersenyum, menyibakan air mataku.
Malam menyuruhku untuk tertidur, sebuah mimpi indah sudah menungguku.
Aku terlelap dalam sebuah lara ini, dan saat aku terpejam, sebuah air mengalir dari ujung mataku.

aku menangis..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar