Dear, S. Someone you.
Jika suatu hari nanti kamu tau perasaan aku ini, aku ingin kamu tak menyalahkan diriku. Mungkin, memang sudah takdirku, menyukai kamu dengan semua kesunyian ini. Rasaku padamu akan hilang bagai nama yang tertulis dipasir pantai, semakin berjalannya waktu, tulisan dipasir itu akan hilang juga terkena ombak. Aku ingin, apapun yang akan terjadi kedepannya, kamu akan selalu mengingat aku. Bukan, bukan untuk sebagai orang yang pernah menyukaimu, tapi ingatlah aku sebagai sahabat atau temanmu. Karna, mungkin suatu saat nanti aku akan selalu mengingatmu sebagai sahabatku. Sedih? Memang. Tapi, aku yakin kesedihan ini akan cepat berakhir.
Apa kamu tau kata-kata Lincoln ini: "Jika satu pintu ditutup maka akan ada pintu lain yang terbuka, hanya saja terkadang kita terlalu lama menyesali pintu yang tertutup itu, hingga tidak melihat pintu-pintu lain yang dibukakan untuk kita." tapi, aku tidak mau seperti itu. Aku tidak mau berharap untuk sesuatu yang tak pernah bisa aku dapatkan, aku harus tetap maju.
Aku tidak akan melupakanmu, semua yang telat terjadi biarlah terjadi. Bagaimanapun juga, kamu telat mengisi salah satu ruang dihidupku dan selamanya akan seperti itu. Semua itu akan selalu aku simpan sesakit apapun, dan sesedih apapun... Aku berharap dengan siapapun kamu nanti ataupun esok, kamu akan selalu bahagia. Aku sangat tulus untuk mengatakan ini, just promises me you'll be happy, cause I will....
Sincerely, Esta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar