Sabtu, 22 September 2012

Short story: Harmony

Ini tentang kisah seorang lelaki yang sangat mencintai sahabatnya, tapi kemudian saat dia mempunyai seseorang yang baru diruang hatinya. Sesuatu berubah...
------------------------------

Mika berjalan menuju lorong kelasnya dengan jalan gontay seperti orang mabuk. Mungkin lebih tepatnya galau... "mik, lo kenapa? Lusuh gitu." salah seorang temannya bertanya kepadanya. "oh engga kok jes, gue cuma baru putus sama cewe gue." Jesica, yap itulah nama salah satu sahabat cewenya. "hah? Putus? Tell me why? Gila ya lo, udah lama lho masa putus gitu aja???!!" Jesica bertanya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. "wots tenang jes gue bakalan cerita.." hening sejenak.... "jadi gini........."

20:45, 15 agustus 2012
Mika mengirim sms kepada pacarnya, awalnya dia tidak tega untuk mengirim sms itu tapi apa boleh buat hubungan yang mereka pertahankan selama 9bulan itu harus kandas saja akibat keegoisan Mika dan kebohongan yang selalu Fani lakukan. Fani adalah kekasih Mika yang telat dipacarinya selama 9bulan, mereka banyak memiliki perbedaan, dari mulai suku yang berbeda sampai agama mereka yang berbeda. Tapi, bukan masalah suku atau keyakinan yang menjadi penyebab mereka putus, tapi karena keduanya telah berubah.
---fan maaf sebelumnya aku udah tega sama kamu, tapi kayanya hubungan kita udah sampai disini aja ya
Tidak berapa lama, sms balasanpun masuk.
---kalo itu mau kamu, aku terima aja. Kamu jangan nakal ya.. "Hanya itu?!" teriak Mika dalam hati. Yah, mungkin memang benar dia sudah tidak mau lagi melanjutkan hubungannya. Jujur, Mika merasa kehilangan sosok yang selalu menyemangatinya setiap hari, seseorang yang selalu membuatnya tersenyum dan seseorang yang sudah mengetahuinya karna Fani adalah sahabat yang menjadi pacarnya Mika. Dan sesuai rencana Fani, Fani menginginkan mereka menjadi sahabat. Tapi tidak dengan Mika...
Semakin hari Mika semakin menjauh dan terkadang sibuk dengan urusannya sendiri, sahabatnya pun merasakan hal itu. Tapi tidak dengan Mika-nya sendiri. "ah namanya juga lg galau. Pasti bawaannya mellow" kata salah satu sahabat Mika, rachel. "tapi hel, masa galau sampe segitunya?!" jawab Diana, salah satu sahabat Mika. "kalo orang galau, dia bisa berbuat hal apa aja. Kadang dia suka berubah. Tapi ntar juga dia bakal balik lagi ke kita, gimana aja sih waktu dia jadian sama Dita, dia too far banget dari kita rasanya. Dia keliatan banget kali kalo punya pacar berubah" jawab Jesica memperjelas. Hmm, memang benar, harus mereka akui itulah hal yang membuat mereka semua tidak suka. Mika gampang sekali untuk berubah demi orang yang dia cinta dan dengan cepatnya kembali ke sahabatnya seperti tidak terjadi sesuatu.

1minggu selanjutnya..

Sama seperti ini, dia menelfon.. "halo di? Lo dimana? Oh di kedai, oke deh gue otw kesana.." Klik. Sambungan terputus---

1jam kemudian..
"mika!" teriak Dita sambil melambaikan tangan. "hai, udah lama gak?" tanya Mika sambil menghampiri. "enggak kok, baru aja sejam.." sindir Dita "wah lama dong, sorry deh" mika berkata "iye iye, jadi mau curhat apa lo?" hmm, beginilah Dita, yang kepo tapi yang paling setia mendengarkan curhatannya Mika. "elo ya, kepo deh minum aja gue belom, capek nih." keluh Mika "deuh iyedeh gue tungguin nih hahaha" merekapun tertawa bersama. Inilah momen yang paling Mika suka, tertawa dan berbagi cerita dengan sahabatnya. Tapi tidak dengan Dita, Dita merasa ia hanya datang kepada sahabatnya disaat dia butuh, tapi ketika ia sedang senang atau mempunyai seseorang yang baru, Mika hanya seperti orang asing bagi mereka. Dan hal ini pun yang dirasakan oleh Jesica, salah satu sahabat Mika yang lain. "woy! Ngelamun lo! Nih gue mau cerita." teriakan Mika mengagetkan Dita yang sedang melamun. "iya iya gue udah gak sabar nih. Jesica aja udah tau ceritanya masa gue gak tau" kata Dita cemberut. "iyaa Dita ini mau cerita, jadi gini...." satu jam Mika bercerita, Dita hanya merespon dengan anggukannya saja. "Ta, lo denger gue gak sih?" tanya Mika sambil mengakhiri ceritanya. "iya ih gue denger lo! Jadi sekarang? Lo mau move on dong? Gak mungkin banget lo harus stuck ke dia. Dan gak nyangka banget ya kok dia bisa gitu sama lo" Keluh Dita menyesal. "ya gak tau deh. Tapi yang pasti gue bakalan move on, masa iya gue harus terus stuck sama dia yang udah jahat sama gue." Mika berkata. "iyalah jangan sampe lo balik lagi deh ke dia. Lo tau kan gimana jeleknya dia" nasihat Dita "iya Dita, gue ngerti, gue tau sekarang." tutup Mika sambil meminum segelas jus segar. "Jadi sekarang! Lo jomblo dong! Hahahaha welcome to the jomblo world baby.." goda Dita. "gila lo" merekapun tertawa bersama-sama.

Beberapa waktu selanjutnya, Mika selalu bersama-sama dengan sahabat-sahabatnya. Mereka selalu membantu Mika untuk move on, berbagi cerita, mengajaknya jalan dan tertawa bersama. Dan, pada saat yang bersamaan pula Mika berubah kembali, berubah menjadi orang asing bagi sahabatnya. Dan inilah hal pertama yang selalu dirasakan oleh Jesica dan Dita sahabat terdekatnya Mika..

Karena kebingungan Jesica, akhirnya Jesica pun mengirim whatsapp kepada sahabatnya, Dita.
Jesica: Ta, lo ngerasa gak sih si Mika berubah?
Dita: Hmmm, berubah gimana?
Jesica: ya berubah, masa lo gak sadar sih.
Dita: iya juga sih. Biasanya dia suka ramah, ngajak gue bareng. Sekarang kagak.
Jesica: Iya, sama! Gue juga ngerasain gitu. Tuhkan biasa tuh galau ke kita, Jatuh cinta terbang deh gak tau kemana.
Dita: hahaahaha. Setuju banget! Udah kita cuekin aja ntar juga kalo butuh ke kita.
Jesica: heems!
-klik- hp pun dimatikan Jesica pun tidur.

Ketika disekolahpun kita merasakan hal yang sama, ya dia sedang jatuh cinta dan kita harus akui itu. Tapi untuk kali ini dia tidak bercerita tentang apa yang dia rasa. Para sahabatnya Mika pun diam ketika melihat perubahan Mika, Mika pun semakin menjauh dari sahabatnya. Tapi, tidak untuk hari ini. Sepertinya dia sedang galau, ya as always dia datang ke sahabatnya. "emang ya susah banget." keluh Mika datang-datang ketika mereka sedang duduk ditaman. "susah maksudnya?" ucap Jesica "iya, gue kemarin main sama Gina, gebetan baru gue. Tapi gitu deh awkward moment banget!" curhat Mika "hahaha namanya juga baru ketemu. Secara lo kan baru pertama kali ketemu dia, pasti banget kalo lo ngerasa awkward." kata Jesica "tapi sukses dong? Jadian dong?" tanya Dita "hmm, jadian dari mana. Hubungannya tambah complicated dan gantung. Dia gak mau LDR, gue takut salah satu dari kita ada yang gak serius atau gak bener. Dia takut gue selingkuh." Curhat Mika, seperti terlihat dari matanya dia memang sedang bimbang. "yah, gimana mau start udah ketakutan duluan" Kata Dita "iya, takut sebelum berperang lo" Kata Jesica sambil menonjok pelan tangan Mika. "bukan gitu, gue belum siap aja.."

Merekapun saling berpandangan dan tertawa bersama...

"whatever will happen tomorrow, just promise me you never change like a stranger to us." Kata Dita yang disertai anggukan Jesica "I promises." Kata Mika mantap.

Merekapun saling bertatapan...

------------the end---------------

Jumat, 21 September 2012

A little letters to open everything

Dear, S. Someone you.

Jika suatu hari nanti kamu tau perasaan aku ini, aku ingin kamu tak menyalahkan diriku. Mungkin, memang sudah takdirku, menyukai kamu dengan semua kesunyian ini. Rasaku padamu akan hilang bagai nama yang tertulis dipasir pantai, semakin berjalannya waktu, tulisan dipasir itu akan hilang juga terkena ombak. Aku ingin, apapun yang akan terjadi kedepannya, kamu akan selalu mengingat aku. Bukan, bukan untuk sebagai orang yang pernah menyukaimu, tapi ingatlah aku sebagai sahabat atau temanmu. Karna, mungkin suatu saat nanti aku akan selalu mengingatmu sebagai sahabatku. Sedih? Memang. Tapi, aku yakin kesedihan ini akan cepat berakhir.
Apa kamu tau kata-kata Lincoln ini: "Jika satu pintu ditutup maka akan ada pintu lain yang terbuka, hanya saja terkadang kita terlalu lama menyesali pintu yang tertutup itu, hingga tidak melihat pintu-pintu lain yang dibukakan untuk kita." tapi, aku tidak mau seperti itu. Aku tidak mau berharap untuk sesuatu yang tak pernah bisa aku dapatkan, aku harus tetap maju.
Aku tidak akan melupakanmu, semua yang telat terjadi biarlah terjadi. Bagaimanapun juga, kamu telat mengisi salah satu ruang dihidupku dan selamanya akan seperti itu. Semua itu akan selalu aku simpan sesakit apapun, dan sesedih apapun... Aku berharap dengan siapapun kamu nanti ataupun esok, kamu akan selalu bahagia. Aku sangat tulus untuk mengatakan ini, just promises me you'll be happy, cause I will....

Sincerely, Esta.

Enough....

Kadang nangis itu bisa nenangin perasaan? Betul ga sih? As shame as my feel, gue juga ngerasain gitu. Tadi, gue nangis, gue sih gak tau gue nangis gara-gara apa, tapi yang pasti dalam seminggu ini gue udah ngelewatin hari-hari terberat gue disekolah....

Gue gak ngerti dalam seminggu ini sekolah jadi tempat gue melampiaskan rasa sepi gue dan jadi tempat dimana gue merasa useless. Yap, gak guna. Gue ngerasa, minggu ini adalah minggu terberat yg pernah gue jalanin. Seminggu ini gue ngerasain dimana gue mempunyai "sebuah kata-kata yang tidak pernah terucap" gue terlalu malu untuk menunjukannya ke seseorang, gue terlalu pengecut buat nunjukin itu, tapi gue tau gue cewe yg gak boleh selalu untuk memulai. Jujur, ketika ngedenger dia sangat menyukai cewe tersebut, hati gue rasanya perih, sakit, jleb nyesek. Gue gak tau yg gue fikir "apakah dia ngerasain apa yg gue rasain saat ini" dia udah too much buat gue penasaran, dan akhirnya kaya gini. Gue hanya bisa fake a smile depan dia dan berusaha nyemangatin dia buat ngejar apa yg dia cinta. Munafik emang, ngebohongin diri sendiri, tapi inilah salah satu cara buat nutupin apa yang slama ini gue rasain. Gue terus dan terus ngedengerinnya, walaupun gue tau, disitu gue pengen nangis. Hari rabu. (sorry gue gak bisa cerita karena itu bersifat personal) Jujur waktu itu, disitu gue pengen nangis. Sangat ingin menangis, tapi gue berusaha untuk nutupin semua itu karna gue gak mau dianggap lemah oleh orang banyak...
Dan sekarang malam ini, gue tumpahin apa yang gue rasa. Gue keluarin semua yang gue tahan diseminggu ini, menangis. Yap, sekarang kalian semua tau gue ini lemah. Ya, LEMAH. Gue gak bisa terus-terusan senyum palsu ke semua orang sedangkan gue sekarang nangis??!!!? Gue nangis untuk nenangin semuanya, semua yang gue rasain. Gue nangis karna gue tau, ada pelangi setelah hujan. Ada kebahagian setelah tangisan. Like, salah satu quotes yang pernah gue baca, "you can't see a rainbow without rain. You can't get happiness without a pain." Oke, thanks rain, I hope I can see a beautiful rainbow, soon. :')

xoxo